Pengalaman Membeli Barang Yang Ternyata Worth To Buy


5 November 2026
- Hari ini aku akan membahas barang-barang yang tadinya ragu-ragu buat beli tapi ternyata setelah beli barang ini jadi pembelian terbaik. Kalau bahasa keren anak gen z "worth to buy", cenah. Hehe.

Barang-barang ini gak melulu berhubungan dengan pekerjaan rumah tangga, ada juga yang memang berhubungan dengan hobi, dan pekerjaan di luar tugas rumah tangga. 

Penasaran gak? Yuk, baca sampai habis!

1. Rak Serbaguna

Sebagai orang yang hobi baca, rak buku tentu jadi barang penting yang harus dibeli buat menyimpan koleksi. Tapi, karena sejak pergi merantau lalu menikah aku sering berpindah-pindah tempat, membeli sebuah rak buku kayu tentu tidak memungkinkan. Akhirnya aku membeli rak serbaguna, Lerberg dari IKEA. 

Rak ini sebenarnya tidak cukup ideal untuk buku, tapi sangat ideal untukku. Meski awalnya ragu membeli ini, pada akhirnya aku memutuskan untuk "oke, aku beli ini saja" dengan mempertimbangkan kepraktisan dalam perakitan. Dan ternyata benar, saat pindah dari Tangerang ke Bandung, tidak sulit untuk membawa rak serbaguna lerberg ini, karena sistem bongkar pasangnya yang sangat mudah.

2. E-Reader

Kalau kata orang-orang yang pro buku fisik, membaca ebook atau eletronik book itu tidak semenarik membaca buku fisik. Kenapa? Karena tidak bisa digenggam, tidak ada feel membolak balik kertas, tidak estetik kalau difoto. Tapi, aku akhirnya memutuskan untuk membeli ereader dengan mempertimbangkan beberapa hal.
  1. Tempat penyimpanan yang tidak memadai
  2. Kepraktisan dalam membaca
  3. Harga buku fisik

Awalnya aku pikir "ah, bakal gak akan kepake sering-sering nih". Tapi ternyata setelah membeli 1 device ereader, aku keterusan membeli device ereader lainnya. Salah satu barang yang tadinya dipandang terlalu mahal, takut mubazir, dan sebagainya, malah jadi barang paling "worth to buy". 

Sejauh ini, aku sudah punya 3 ereader dengan kegunaan yang berbeda-beda. Yang satu untuk baca komik, yang satu untuk baca buku pinjeman perpus, yang satu lagi untuk baca buku yang udah dibeli, dan karena ukurannya mini, ereader yang satu ini ringan dibawa di saku. 

3. Chromebook

Pembelian terbaik ketiga aku jatuh ke chromebook. Sebuah laptop kecil atau yang biasa disebut notebook dengan OS Chrome yang ringan. 

Saat laptop ini booming, jujur aku agak ragu mau beli, karena katanya laptop ini cuma bisa dipakai kalau terhubung ke internet. Tapi pada akhirnya aku beli second dengan harga 1,5 juta rupiah. Sangat murah karena pamornya sudah mulai redup. 

Setelah dicoba memakainya selama sebulan, aku malah lebih nyaman pakai laptop ini daripada windows. Laptopnya beneran ringan, mau buka tab chrome 10 sekaligus juga gak lemot sama sekali. Benar-benar bisa menunjang pekerjaan menulisku. (Dulu aku rajin nulis blog, lho!)

Tapi sayangnya, chromebook-ku sekarang rusak, aku jadi kesulitan bekerja ataupun menulis. Aku berharap bisa membetulkannya. Dan kalaupun benar-benar rusak, aku mungkin akan membeli laptop yang sama. 

4. Tablet Android

Yang keempat ada tablet android. Jujur, dulu beli ini modal nekat, sebelum punya chromebook. Samsung jadi merk yang aku beli sebagai tablet pertamaku, tipenya A7 Lite dan harganya 2 jutaan kala itu.  Salah satu keputusan nekat yang tadinya bakal jadi pembelian konsumtif saja, berubah jadi pembelian yang mengantarkan aku ke gerbang keleleluasaan dalam bekerja.

Saat keluar rumah, aku tidak lagi membawa laptop windowsku yang berat itu. Aku bisa menulis di mana saja, bahkan saat menunggu anak pulang sekolah di cafe. Atau aku bisa mengecek brief klien saat malam hari sambil tiduran di kasur. Inilah yang menjadikan tablet sebagai pembelian yang worth to buy. Sekarang, tabletku sudah aku ganti ke versi yang lebih tinggi, yaitu Samsung A11.

5. Meja Lipat Portable

Gak nyangka, kan, aku akan menulis tentang meja lipat portable sebagai barang terakhir yang worth to buy? Sini aku ceritakan saja langsung.

Dulu, aku beli meja lipat ini memang untuk usaha berjualan di pasar tumpah hari minggu pagi. Biar bisa duduk manis di meja, bukan lesehan di jalanan pake terpal dan terpapar langsung asap knalpot. Tapi, setelah aku tidak lagi berjualan di pasar tumpah, meja ini tetap jadi barang yang bisa dipakai dalam situasi dan kondisi apapun.

Contohnya, saat anakku ulang tahun, meja lipat ini bisa disulap jadi meja ulang tahun yang aku tata dengan dekorasi pesta. Atau saat ada keluarga datang berkunjung, meja lipat ini bisa disulap jadi meja prasmanan. 

Itulah 5 barang-barang yang tadinya ragu-ragu buat beli jadi barang dengan pembelian terbaik. Bahkan barang-barang ini kalau seandainya rusak pun, pasti aku akan menabung untuk membelinya lagi. 

Nah, kalau kamu, barang apa yang menurutmu layak untuk dilabeli "worth to buy" versi kamu? Tulis di kolom komentar ya!

Posting Komentar

0 Komentar