Beberapa hari lalu aku membaca sebuah utas di Threads yang cukup menarik. Isinya kurang lebih begini:
"Katanya introvert hobinya baca buku, suka suasana tenang, tapi giliran ketemu teman yang satu frekuensi malah paling heboh."
Aku langsung tersenyum. Rasanya banyak orang pernah melihat situasi seperti ini. Mungkin bahkan pernah mengalaminya sendiri.
Selama ini, introvert sering digambarkan sebagai sosok yang pendiam, pemalu, dan selalu menghindari keramaian. Akibatnya, ketika ada seseorang yang mengaku introvert tetapi tiba-tiba ramai, cerewet, dan tertawa lepas bersama teman-temannya, tidak sedikit yang langsung berkomentar, "Katanya introvert?"
Padahal, kenyataannya tidak sesederhana itu.
Introvert Itu Bukan Soal Diam atau Cerewet
Salah satu kesalahpahaman terbesar tentang introvert adalah menganggap mereka selalu pendiam.
Padahal, introvert bukanlah istilah untuk menggambarkan seberapa banyak seseorang berbicara. Introvert lebih berkaitan dengan bagaimana seseorang mendapatkan dan mengembalikan energinya.
Seorang introvert umumnya merasa energinya terkuras setelah terlalu lama berada di keramaian atau harus berinteraksi dengan banyak orang. Karena itu, mereka membutuhkan waktu sendiri untuk mengisi ulang energi.
Sebaliknya, orang ekstrovert justru sering merasa semakin bersemangat setelah bertemu banyak orang.
Jadi, ukuran introvert bukanlah volume suara atau seberapa sering seseorang berbicara.
Kenapa Introvert Bisa Tiba-Tiba Heboh?
Jawabannya sederhana: karena mereka merasa nyaman.
Bayangkan kamu bertemu seseorang yang memiliki hobi yang sama, selera humor yang sama, atau bahkan sama-sama bisa membahas satu topik selama berjam-jam tanpa merasa bosan.
Percakapan yang awalnya biasa saja bisa berubah menjadi penuh tawa.
Bukan karena kepribadiannya berubah, tetapi karena ia sedang berada di tempat yang membuatnya merasa aman untuk menjadi dirinya sendiri.
Banyak introvert sebenarnya memiliki sisi yang sangat ekspresif. Hanya saja, sisi itu tidak mereka tunjukkan kepada semua orang.
Introvert Cenderung Selektif
Ada satu hal yang sering dimiliki oleh banyak introvert, yaitu selektif dalam membangun hubungan.
Mereka mungkin tidak nyaman berbincang dengan banyak orang sekaligus atau melakukan basa-basi yang terlalu panjang.
Namun ketika menemukan orang yang benar-benar nyambung, pembicaraan bisa mengalir tanpa terasa.
Mereka bisa tertawa paling keras.
Mereka bisa menjadi yang paling banyak bercerita.
Mereka bahkan bisa terlihat jauh lebih heboh dibanding orang yang selama ini dianggap ekstrovert.
Baca juga: Slow Living: Seni Hidup Pelan di Tengah Dunia yang Terlalu Cepat
Hobi Membaca Buku Bukan Syarat Menjadi Introvert
Stereotip lain yang sering muncul adalah introvert pasti suka membaca buku.
Memang banyak introvert yang menikmati aktivitas tenang seperti membaca, menulis jurnal, menggambar, atau berjalan sendirian.
Namun bukan berarti semua introvert menyukai buku.
Begitu juga sebaliknya.
Tidak semua pencinta buku adalah introvert.
Ada banyak orang ekstrovert yang juga gemar membaca. Hobi tidak bisa dijadikan patokan untuk menentukan tipe kepribadian seseorang.
Jadi, Introvert Bisa Sangat Ramai?
Tentu saja bisa.
Bahkan mungkin kamu pernah punya teman yang di sekolah terlihat sangat pendiam. Tetapi ketika sedang bersama sahabat-sahabat dekatnya, suasananya berubah total.
Tertawa keras.
Bercanda tanpa henti.
Tidak ada habisnya mengobrol.
Itu bukan berarti ia berpura-pura menjadi introvert atau salah mengenali dirinya.
Kemungkinan besar, ia hanya sedang bersama orang-orang yang membuatnya merasa diterima.
Penutup
Menurutku, kita memang tidak perlu terlalu sibuk memberi label pada orang lain.
Introvert bukan berarti antisosial.
Ekstrovert bukan berarti selalu suka keramaian.
Ambivert pun bukan berarti setengah-setengah.
Kepribadian manusia jauh lebih kompleks daripada sekadar "pendiam" atau "rame".
Jadi, kalau suatu hari kamu melihat seseorang yang biasanya kalem tiba-tiba menjadi paling heboh saat berkumpul dengan teman-temannya, mungkin ia baru saja bertemu dengan orang-orang yang benar-benar satu frekuensi.
Dan bukankah kita semua juga seperti itu?
Tidak peduli apa pun tipe kepribadiannya, setiap orang pasti akan lebih mudah menunjukkan versi terbaik dirinya ketika berada di lingkungan yang membuatnya merasa nyaman.
Baca artikel lainnya:


0 Komentar