The Housewife Worklog: Cerita Beberes Rumah Ibu Rumah Tangga

Worklog Beberes Rumah Ibu Rumah Tangga

Semenjak jadi ibu rumah tangga, keseharian aku memang gak jauh dari beres-beres rumah. Sejak punya bayi, kegiatan ini agak terabaikan. Waktuku sudah tersita oleh bayi yang rewel dan maunya nempel terus. Tapi mulai hari ini aku mau memantapkan hati untuk beberes.

Alasannya sederhana, karena area rumah sudah sangat berantakan hingga membuatku stress. Ibu menyusui tentunya tidak baik kalau stress, bukan? Makanya aku menargetkan diri untuk beres-beres.

Inilah Rumah Sebelum Dibereskan


Ini salah satu bagian rumah yang belum dibereskan, kamar pribadi. Terlihat ada banyak barang di atas lemari, barang kecil berserakan di kasur, baju-baju yang digantung serampangan, dan ini cuma yang terlihat saja. Di dalam lemari ada jauh lebih banyak barang yang harus dibereskan.

Dan ini kamar anakku. Percayalah, itu di lantai lebih kotor daripada kelihatannya. Pakaian kotor di bawah. Pakaian bersih habis disetrika juga belum dimasukin ke lemari. Banyak tas ngegantung, belum lagi proyekannya. Tas sekolah baru dan tas sekolah lama juga disimpan di lantai gitu aja.

Ini tuh baru di kamar utama sama kamar anak aja, kebayang lah ya sama ruangan lainnya kayak gimana. Sama berantakannya. Belum area lantai 2, sama-sama berantakannya.

Day 1 - Beres-Beres Kamar Utama dan Kamar Pribadi


Di hari pertama, targetku membereskan semua barang yang berserakan. Barang yang ada di atas lemari, barang yang berserakan di lantai, di atas kasur, dan vakum dua ruangan itu.

Hal pertama yang aku lakuin adalah aku keluarkan dulu semuanya sampai benar-benar kosong. Kecuali barang besar kayak lemari dan kasur ya. Setelah itu aku vakum sampai bersih. Lalu aku tata ulang semuanya.

Barang-barang di atas lemari yang berserakan itu aku rapikan lagi dan aku sortir. Hasilnya? Banyak sekali yang dibuang. Tidak lupa juga aku sortir barang di dalam lemari. Pokoknya target aku, di atas lemari itu harus kosong. Kamar harus punya space yang lebih luas. 

Proyek anak yang lama, aku buang juga. Tentunya seijin anak, dong. Plastik, dus, kresek, dan barang yang gak layak simpan aku masukin ke kategori "sampah". Sementara yang lainnya di susun ulang di box penyimpanan. 


Dan inilah sisanya. Sayang sekali memang pas berantakan gak aku foto. Aku terlalu sibuk melakukan 2 tugas sekaligus. Membereskan dan mengasuh. 

Day 2 - Beres-Beres Setrikaan dan Cuci Baju


Setelah melakukan sortir lemari, ternyata ada beberapa pakaian yang harus aku cuci ulang. Jadinya, cucian agak numpuk. 

Sejak pagi, aku langsung masukin cucian ke mesin cuci. Enaknya punya mesin cuci itu, nyuci bisa ditinggal. Aku bisa sambil mengerjakan hal lainnya. Salah satunya, mengosongkan jemuran. Jadi, cucian baru masuk, otomatis jemuran harus dikosongkan. Dan jadilah tumpukan setrikaan.

Jujur, dibanding menyortir dan membereskan, tugas menyetrika itu jauh lebih bikin capek dan bikin pegal. Di hari kedua ini, aku mau fokus membereskan ini sebelum membereskan sisa-sisa barang yang ada di kamar utama dan kamar anak.

Karena sebenarnya di kamar utama itu masih ada lemari plastik tinggi yang harus disortir dan ada kursi juga meja yang harus dikeluarkan. Sedangkan di kamar anak, ada 1 box besar dan 1 box kecil yang isinya buku-buku, mau disortir dan dikeluarkan. 

Hari ini aku juga mau mengepel lantai yang sudah tertunda selama seminggu. Kalau ada bayi, lantai harus bersih dan bebas dari sampah, takut kalau nanti dia ambil sesuatu terus masuk mulut.

Di akhir hari, ternyata gak semuanya beres. Seperti yang sudah aku duga, menyetrika itu bukan pekerjaan singkat. Haha. Tapi, aku berhasil mengepel lantai walaupun hanya lantai 1, lantai 2 akan aku pel besok.

Day 3 - Beres-Beres, Masih Seputar Nyetrika


Di hari ketiga ini, aku masih berkutat di seputar setrikaan. 


Kemarin, aku hanya bisa membereskan 1 kloter setrikaan, pakaian anakku saja. Pakaianku dan pakaian suami, sedang menunggu gilirannya. Tapi, gak semua aku setrika, ya. Aku cuma menyetrika baju yang memang terlihat sangat kusut dan baju yang memang harus disetrika. Seperti, seragam sekolah juga kemeja dan kaos untuk bepergian keluar rumah. Yang lainnya, aku cuma lipat dan langsung masuk ke lemari. 

Lumayan, mengurangi resiko encok, hehe. 

Dan hasilnya, hari ini berhasil membereskan setrikaan. Bahkan, aku sempat mencuci pakaian kotor yang baru menumpuk. Kegiatan yang miss hari ini, mengepel lantai 2. Tapi diganti dengan mencuci peralatan pumping, tinggal disimpan dengan rapi, deh, besok. 

Aku juga hari ini sempat istirahat sambil baca buku. Hmm,,Sungguh hari yang melelahkan. Tapi yang paling penting adalah menjaga kerapihan. Kan, percuma, kalau sudah dirapikan, gak lama udah berantakan lagi. Hehe.

Day 4 Beres - Beres Sisaan Barang Di Kamar


Sebenarnya hari keempat ini aku pengennya nyortir baju bekas. Tapi, melihat meja, kursi dan 1 deret lemari plastik yang isinya tidak terorganisir, rasanya gregetan juga. Jadi, aku memutuskan untuk membereskan hal ini dulu.

Walaupun kenyataannya, hari ini malah banyak istirahatnya. Badan terasa capek sekali. Perutku juga masih belum membaik. 

Udah mau 5 hari ini pencernaanku kurang baik. Tapi, yang namanya ibu rumah tangga, gak ada yang namanya libur, tetap harus berjaga dan siaga. Ada sampah di lantai, segera buang. Ada air tumpah, segera dilap. Ada cucian piring, segera dicuci. Maaf malah curhat.

Day 5 - Beres-Beres, Final Day


Di hari kelima, waktunya membuang semua sampah yang sudah disortir selama 4 hari kebelakang. Ternyata sampahnya lumayan banyak, jadi harus pelan-pelan dikeluarkan. Kalau semua dikeluarkan nanti petugas pengangkut sampahnya kaget, hehehe

Final day memang gak banyak yang dibereskan. Hanya tinggal sisa-sisa barang berserakan aja yang perlu sedikit dirapikan.

Area lantai 2 jadi tempat singgah sementara untuk barang-barang yang tidak diperlukan lagi. Beberapa barang yang akan disimpan atau disumbangkan, semua ditaruh di lantai 2.

Nah, next project bakalan beresin lantai 2. Ada kamar kerja dan kamar baca yang menunggu untuk dirapikan. Tapi aku gak tahu kapan bisa memulainya.

Terima kasih yang sudah membaca worklog ala ibu rumah tangga ini. 😆

Hai! Aku Irma, seorang ibu rumah tangga yang hobi menulis. Ikuti kisah beres-beres rumahku di website ceritairma.com. Semoga ceritaku ini bisa menginspirasi kamu. 😊

Posting Komentar

0 Komentar