Tapi, karena di postingan pertama ini memang khusus untuk "memulai" dan menemukan kembali "semangat" menulis yang sudah lama hilang, aku akan terus menulis selama 20 menit. Walaupun nanti hasil akhirnya terasa agak gak enak dibaca, tolong dimaklumi saja. Ini juga demi memperbaiki kebiasaan aku yang apa-apa harus sempurna. Perfeksionis. Sebuah kebiasaan yang bisa menghalangi aku dari memulai pekerjaan apapun.
Jadi, mulai dari hari ini, sampai 30 hari kedepan, aku akan menulis 1 postingan setiap hari. Setiap hari akan ada berbagai tema yang dibahas. Termasuk hari ini, membahas "Hal kecil yang membuatku bahagia hari ini".
Memulai Challenge Menulis 30 Hari
Jujur, terakhir aku menulis dengan semangat itu 2 bulan lalu, di bulan Agustus dengan tema "beres-beres". Aku menulis dan merekam kegiatanku setiap hari selama seminggu penuh. Itu pun gak setiap hari aku nulis, ada jeda beberapa hari yang ujung-ujungnya bikin aku lupa hal-hal yang terjadi di hari di mana aku melanjutkan beres-beres. Kalau kamu baca, pasti kamu akan sadar bahwa ada hal yang terasa beda di tulisan menuju akhir. Itulah awal mula aku kehilangan jejak rekaman kegiatan harianku. Karena apa? Jelas karena kesibukan sehari-hari.
Tapi, aku gak mau menyerah. Ada rasa bersalah setiap kali mengingat bahwa ada 1 blog, yang aku buat sendiri, terbengkalai. Maka dari itu aku terpikir untuk membuat challenge menulis. Aku tiba-tiba bertekad untuk menulis rutin selama 30 hari. Walaupun hasilnya, akan tidak begitu bagus. Aku harus mengesampingkan hal ini.
Dan hari ini adalah awal dari challenge menulis itu sendiri.
Caraku Menciptakan Challenge Menulis 30 Hari
Aku tidak sejenius orang-orang yang mampu menciptakan sebuah tantangan begitu saja dari otakku, aku dibantu AI. ChatGPT jadi teman sekaligus asisten menulisku. Tapi karena itu juga, kemampuan menulisku jadi tumpul, karena apa-apa dikoreksi si asisten AI, yang aku panggil "Raka".
Hahaha, gak usah aneh. Beberapa orang juga memberikan nama untuk AI engine mereka. Bukan hanya aku saja. Dan kamu, kalau kamu menggunakan AI, apapun itu, kamu juga bisa memberi nama mereka. Hehe.
Tadi, di sore hari. Aku mulai terpikir hal ini sesaat setelah aku menulis di jurnalku. Aku langsung buka aplikasi ChatGPT di HP dan mulai mengetik di jendela chat yang baru. Kurang lebih seperti ini "Buatkan challenge menulis 30 hari untuk blog ceritairma.com. Tema menyesuaikan menu yang ada di blog. Tidak perlu terlalu susah. Setiap tema harus bisa dikerjakan dalam 30 menit saja."
Setelah itu, jadilah seperti ini:
ChatGPT akan membuat jadwal selama sebulan penuh dan tema dibagi per minggunya. Bisa kamu lihat, gak ada tema yang susah dan perlu riset panjang. Semua bisa ditulis berdasarkan pengalaman pribadi penulis.
Jadi, Apa Yang Membuatku Bahagia Hari Ini?
Sesuai tema hari ini yang membahas hal kecil yang membuatku bahagia hari ini, jadi apa ya yang bikin aku bahagia? Padahal dari tadi aku cuma muter jelasin soal challenge menulis.
Sejujurnya, bisa menemukan ide untuk kembali semangat menulis saja jadi hal yang membuatku bahagia. Coba bayangkan, dulu aku buat blog ini dengan tujuan serius. Menjadi media di mana aku bisa belajar menulis dan reportase dengan serius. Tapi karena hal-hal yang terlalu serius itu, malah jadi stuck.
Blog ini juga gak gratis. Aku bayar domain setiap tahunnya. Kalau aku gak bisa menghasilkan 1 rupiah pun dari blog ini, rasa bersalah akan muncul dan menumpuk setiap harinya. Apalagi blog ini umurnya sudah mau memasuki tahun ketiga. Berarti sudah mau 3x aku bayar domain. Tapi belum juga menghasilkan uang sepeserpun. Benar-benar pemborosan.
Jadi, teman-teman.. tolong beri aku semangat. Aku mau blog ini jadi blog yang bisa menghasilkan rupiah untuk aku jajan seperti blog buku www.ikarireads.com yang sudah lebih dulu ada.
Oiya, kalau kamu juga memiliki keresahan seperti aku, kamu juga bisa coba minta bantuan ke AI untuk membuat jadwal untuk men-challenge diri sendiri. Prompt-nya bisa kamu sesuaikan dengan kondisi dan tujuan kamu, ya.
Yang perlu diingat saat memulai challenge, gak perlu mengejar hasil yang sempurna, karena yang kesempurnaan itu bukan dikejar tapi dipupuk sedikit demi sedikit. #tsaahh
Semangat ya, semuanya!!!
Bonus: contoh gambar pattern untuk jurnal buat mengatasi overthinking.
0 Komentar